Tips Memilih Madu Anak Pintar yang Tepat

madu-anak-pintar

Madu anak pintar – Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan pintar. Namun meskipun orang tua sudah berusaha keras, terkadang si kecil tidak tumbuh seperti yang diharapkan. Hal ini membuat orang tua merasa sedikit kebingungan harus bagaimana. Salah satu kunci untuk membuat anak bisa tumbuh sehat dan menjadi pintar adalah dengan memberikan nutrisi tepat. Selain itu pola asuh juga akan memengaruhi pertumbuhan dan kepintaran. Oleh sebab itulah, sangat penting bagi orang tua untuk bisa memberikan asupan yang baik kepada anak. Contoh asupan anak yang bisa berpengaruh pada kecerdasan anak adalah ikan. Bisa dikatakan jika hampir semua jenis ikan sangat baik untuk perkembangan dan kecerdasan otak anak. Termasuk ikan salmon yang memang di gadang-gadang bisa membantu kecerdasan anak. Ikan salmon tidak hanya tinggi protein saja, tetapi juga mengandung DHA & EPA sebagai sumber utama asam lemak omega3.

Cara Mudah Memilih Madu Anak Pintar

Selain ikan salmon, mengonsumsi madu secara teratur juga dipercaya bisa meningkatkan kemampuan otak dalam mengingat. Terlebih lagi masa kanak-kanak adalah masa emas. Jadi bukan hal aneh jika mereka bisa mengingat kejadian dengan cukup detail. Masa emas anak ditambah dengan mengonsumsi madu, menjadi perpaduan yang sangat sempurna untuk di masa depan nantinya. Akan tetapi madu yang diberikan kepada anak tidak harus madu asli yang bisa jadi sulit dicerna. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa madu asli mempunyai tekstur lebih kental. Memilih madu campuran tentu bisa menjadi salah satu alternatif. Tidak semua madu campuran tidak mempunyai khasiat sama sekali. Salah satu madu anak pintar yang memiliki khasiat mencerdaskan anak dan membuat tubuh sehat adalah Honey Squabumin.

Jika Anda tertarik memilihkan madu anak pintar untuk si kecil. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan terlebih dahulu supaya tidak salah memilih. Simak caranya berikut ini;

  1. Memperhatikan Kandungan

Untuk madu anak pintar umumnya sudah dicampur dengan bahan lain untuk menunjang kesehatan si kecil. Misalnya dicampur dengan temulawak yang berguna untuk pencernaan. Selain itu juga biasanya dicampur dengan ikan serta bahan lainnya. Bahan-bahan lain yang dicampur ke dalam madu ini terbuat dari bahan alami. Jadi tidak akan menimbulkan efek samping sama sekali. Dengan begitu orang tua bisa merasa aman ketika memberikan madu ini kepada anak-anaknya.

  1. Perhatikan Sertifikasi

Pun Anda juga harus memperhatikan dengan baik sertifikasi dari madu anak yang sudah pilih. Madu anak pintar yang baik tentunya sudah memiliki sertifikasi BPOM dan Halal. Adanya lisensi BPOM artinya produk tersebut sudah teruji dan mempunyai kandungan aman untuk dikonsumsi. Selain itu adanya BPOM juga akan membuat masyarakat yakin dengan produk tersebut. Untuk beberapa orang, produk Halal menjadi salah satu hal wajib. Apabila Bunda menginginkan produk halal, maka usahakan untuk mencari madu anak pintar yang sudah tersertifikasi Halal.

  1. Ketahui Manfaat Produk

Kemudian Anda juga harus mengetahui manfaat produk yang ditawarkan oleh madu anak pintar tersebut. Beberapa madu anak pintar memang menawarkan jaminan membuat anak pintar. Namun harus ada kelebihan lain yang membuat Anda memang perlu membeli madu anak pintar tersebut. Misalnya kelebihan membuat anak menjadi semakin sehat dan tidak mudah sakit. Perlu diketahui dengan baik bahwa tubuh setiap anak bisa berbeda-beda kesehatannya. Ada anak yang sehat dan mudah terserang penyakit. Nah, sebagai alternatif, ada baiknya jika memilih madu anak pintar yang sekaligus menyehatkan anak dan meningkatkan imunitas di masa pandemic ini.

  1. Jangan Tergiur Harga Murah

Beberapa produk madu anak pintar ada yang dijual dengan harga rendah. Untuk beberapa orang tua, tentu harga rendah ini menjadi salah satu hal yang menggembirakan. Sebab sudah bisa mendapatkan madu anak pintar dan bisa hemat pengeluaran pula. Namun harus diketahui dengan baik terlebih dahulu mengapa penjual memberikan harga rendah pada produk tersebut. Jika memang sedang ada diskon atau promo, maka tidak masalah memberikan harga rendah. Tetapi jika terdapat penjual lain yang memberikan harga mahal dan hanya penjual tersebut yang memberikan harga rendah. Maka Anda patut untuk waspada.

Tips Memberikan Madu Anak Pintar

Dalam memberikan madu untuk anak, tentunya ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan dengan baik terlebih dahulu. Diantaranya adalah proses pemberian madu kepada anak itu sendiri. Memberikan madu kepada anak tidak bisa asal begitu saja. Terdapat hal-hal penting yang harus diperhatikan. Nah berikut ini ada beberapa tips memberikan madu kepada anak. Simak penjelasannya dibawah ini:

  1. Berikan Madu pada Anak Usia di Atas 1 Tahun

Memang madu terbuat dari bahan alami, manisnya pun manis alami tanpa campuran. Namun bukan berarti anak yang masih bayi berumur 3 bulan boleh mengonsumsi madu. Usia umum anak boleh mengonsumsi madu adalah di atas 1 tahun. Madu mengandung spora dari bakteri Clostridium botulinum yang bisa menyebabkan botulisme pada bayi. Spora bakteri ini mempunyai efek samping seperti obesitas, kerusakan gigi, konstipasi, dan nafsu makan berkurang. Oleh sebab itulah, anak yang belum mencapai usia 12 bulan lebih atau 1 tahun lebih belum boleh mengonsumsi madu.

Lain hal jika madu diberikan kepada anak yang usianya sudah lebih dari 1 tahun. Madu tidak akan memberikan efek bahaya, sebab saluran pencernaan sudah matang. Jadi bisa mencegah bakteri jahat tumbuh dalam usus. Untuk itulah, pastikan untuk memberikan madu kepada anak yang usianya sudah diatas 1 tahun agar khasiatnya bisa lebih maksimal.

  1. Berikan di Pagi Hari Setelah Bangun Tidur Supaya Lebih Efektif

Terdapat satu waktu yang efektif ketika memberikan madu untuk anak. Yakni ketika di pagi hari sebelum sarapan. Dengan begitu nantinya madu akan berinteraksi dengan enzim yang ada di dalam perut dengan maksimal. Jadi nantinya madu bisa memberikan energi lebih baik ketika anak-anak bermain. Selain itu juga bisa memberikan madu pada anak sebelum tidur jika anak sedang flu atau batuk. Meskipun madu rasanya manus, namun karena manisnya alami jadi tidak akan membuat batuk menjadi parah. Justru madu ini bisa membantu sistem pernapasan supaya lebih lega.

  1. Pertimbangkan Dosis Pemberian Madu

Untuk pemberian madu bisa berbeda-beda untuk setiap produk sejenis. Ada yang sehari 3 kali dengan 1 – 2 sendok takar, ada 2 kali sehari 2 sendok, dan 1 sendok makan atau 2.5ml setiap hari untuk memaksimalkan tumbuh kembang. Bisa dicampurkan dengan air atau langsung diberikan pada anak. Anda pun juga bisa berkonsultasi dengan customer service terlebih dahulu sebelum membeli dan memberikan pada anak nantinya. Jika si kecil sedang sakit batuk atau tenggorokan sensitif, maka bisa mencampurkan madu dengan segelas air hangat. Tekstur madu yang cukup kental meskipun madu campuran, kadang bisa membuat tenggorokan menjadi tidak nyaman.