Madu Nafsu Makan Anak Sehat yang Terbaik

madu-nafsu-makan-anak-sehat

Bayangkan jika anak kita mempunyai tubuh kurus, tentu akan membuat orang tua menjadi khawatir. Hal tersebut membuat sebagian besar orang tua melakukan berbagai macam cara untuk membuat tubuh anak menjadi lebih berisi. Mulai dari menyediakan menu makan yang sehat, membeli suplemen dan multivitamin untuk menambah nafsu makan anak. Salah satu suplemen atau multivitamin yang kerap diberikan pada anak adalah madu nafsu makan anak sehat. Madu dikenal sebagai pemanis alami yang kaya nutrisi. Selain itu madu juga menyehatkan dan bisa dicoba untuk membuat badan menjadi lebih gemuk dan berisi.

Memberikan madu nafsu makan anak sehat akan membuat si kecil bisa mendapatkan banyak manfaatnya. Diantaranya sebagai berikut ini.

  1. Menaikkan Berat Badan

Metabolisme adalah proses pembakaran kalori/energi yang terjadi dalam tubuh. Dimana proses metabolisme ini terjadi pada setiap saat melakukan aktivitas. Bahkan ketika kita hanya melakukan gerakan ringan sekalipun. Madu yang mempunyai rasa manis alami ini memiliki manfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh. Kandungan vitamin C, karbohidrat, dan fruktosa di dalam madu tidak hanya bisa meningkatkan berat badan saja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mike McInnes, ahli gizi berasal dari AS, madu juga membantu menurunkan berat badan. The Honey Diet, program diet yang menggunakan madu di klaim bisa menghilangkan lemak tubuh sampai 1.4kg hanya dalam 1 minggu. Ini dikarenakan madu membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh dengan cara membakar tubuh meskipun sedang tidur.

  1. Meningkatkan Nafsu Makan

Berbagai nutrisi baik untuk tubuh seperti vitamin B, glukosa, fruktosa, zat besi (fe), tembaga (cu), kalium serta nutrisi lain terkandung di dalam madu. Fruktosa dan glukosa yang ada di dalam madu ini bekerja sebagai stimulan untuk pencernaan. Yang mana mampu memperbaiki nafsu makan anak. Berdasar penelitian yang sudah dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi. Anak balita yang diberikan madu secara rutin akan membuat nafsu makan membaik dan tingkat morbiditas (panas dan pilek) menjadi turun. Untuk anak yang kurang energi protein (KEP) akan sangat bagus apabila diberikan madu setiap hari. Dengan harapan membuat nafsu makan anak menjadi meningkat dan bisa tumbuh sehat.

  1. Membantu Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh School of Medicine, Cardiff University, Inggris. Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam madu bisa membantu meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh. Selain itu madu juga akan merangsang produksi sel kekebalan tubuh dan mendetoks bakteri penyebab penyakit. Misalnya salmonella, E. Coli, pseudomonas, aeruginosa, methicillin-resistant staphylococcus aureus. Untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya terhindarkan dari ancaman penyakit. Maka bisa mengonsumsi madu sebanyak satu sendok takar setiap harinya pada si anak.

Tips Memberikan Madu Nafsu Makan Anak Sehat

Ketika Bunda memutuskan untuk memberikan madu nafsu makan anak sehat. Pastinya akan memilih jenis madu yang benar-benar tepat. Salah satu madu yang membantu nafsu makan anak menjadi lebih baik adalah Honey Squabumin. Sejak dulu, madu memang dipercaya untuk membantu memelihara kesehatan. Tidak hanya orang dewasa saja yang bisa merasakan manfaat dari madu. Namun anak-anak pun juga bisa merasakan manfaat dari madu ini. Akan tetapi, dalam pemberian madu untuk anak tentu tidak bisa sembarangan. Pastinya ada aturan-aturan yang harus diketahui sebelum memberikan madu pada si kecil.

Berikut ini terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum memberikan madu nafsu makan anak sehat.

  1. Tidak Boleh Diberikan pada Anak Usia 1 Tahun ke Bawah

Meskipun madu memiliki kandungan nutrisi yang baik. Akan tetapi jangan memberikan pada anak yang usianya belum 1 tahun ke atas. Ini dikarenakan madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum. Yang mana anak dibawah usia 1 tahun belum kuat untuk menerima bakteri ini dan akan menyebabkan penyakit botulisme. Sudah banyak penelitian yang menyatakan mengenai tingkat kematian anak karena bakteri ini sebesar 1.3%. Walau madu dipanaskan, tetapi spora bakteri ini akan tetap ada.

  1. Memperhatikan Takaran

Biasanya pada kemasan madu nafsu makan anak sehat sudah ada aturan dan takaran konsumsi yang harus diberikan pada anak. Nah sebaiknya ikuti aturan konsumsi tersebut dengan benar. Jangan karena ingin membuat anak cepat lahap makan lantas memberikan takaran dalam jumlah besar. Hal ini bisa jadi malah membuat si kecil menjadi over terhadap madu dan enggan untuk mengonsumsi lagi. Meskipun kebanyakan madu untuk anak sudah dicampurkan dengan bahan lain. Tetapi tingkat kekentalan dari madu ini biasanya masih cukup pekat. Bagi anak yang belum kuat menelan madu pekat, pastinya akan membuat eneg. Dietary Guidelines for Americans (2015 – 2020) menyatakan jika takaran gula yang disarankan harus lebih rendah dari 10% kalori konsumsi tiap harinya.

  1. Perhatikan Waktu Pemberian Madu

Saat memberikan madu nafsu makan anak sehat pun juga harus mempertimbangkan waktu terbaiknya. Terdapat satu waktu yang tepat untuk memberikan madu kepada anak. Yakni ketika perut masih kosong di pagi hari. Apabila dikonsumsi pada pagi hari ini akan membuat madu berinteraksi dengan enzim yang ada di dalam perut dengan lebih maksimal. Selain itu, pemberian madu di pagi hari juga membantu menunjang aktivitas tubuh dan otak anak selama beraktivitas seharian. Baik ketika belajar di sekolah atau bermain bersama teman.

  1. Jika Sudah Dibuka Harus Dihabiskan

Apabila madu nafsu makan anak sehat sudah dibuka segelnya, maka harus segera dihabiskan. Antara 1 – 2 bulan sudah harus habis. Jika memang ingin lebih lama, maka disarankan untuk meletakkan madu ini pada suhu kamar atau ruangan. Menghabiskan madu ini pun tentunya harus sesuai aturan dan takaran konsumsi. Ini dimaksudkan supaya anak tetap bisa mendapatkan manfaat yang terkandung di dalam madu.

  1. Jangan Menggunakan Sendok Stainless

Ketika memberikan madu untuk anak, ada baiknya jangan menggunakan sendok stainless. Sebab hal ini akan membuat korosi dan kurang baik untuk anak nantinya. Bunda bisa memberikan madu dengan menggunakan sendok kayu atau sendok plastik. Selain itu, jangan menggunakan sendok yang sudah terkena mulut untuk menakar madu. Hal ini menyebabkan kandungan madu akan menjadi rusak. Oleh karena itulah, ada baiknya jika menggunakan sendok baru yang masih bersih untuk memberikan madu pada anak.

  1. Tidak Diminum dengan Air Panas

Saat sedang sakit atau batuk, air hangat memang baik. Tetapi jangan digunakan untuk memberikan madu. Jika ingin melarutkan madu menggunakan air, sebaiknya gunakan air dingin atau air biasa saja. Ini dilakukan supaya enzim yang ada di dalam madu bisa tetap bagus. Bahkan akan lebih baik lagi jika tidak dicampurkan dengan apa pun. Yang artinya langsung diminumkan pada anak.

  1. Jangan Disimpan di Kulkas

Untuk menjaga kandungan madu supaya tetap baik, jangan sekali-kali menyimpan ke dalam kulkas. Saat madu disimpan ke dalam kulkas, maka akan membuat madu mengeras dan membuat kadar air dalam madu menjadi tinggi. Hal ini pun menyebabkan fermentasi. Oleh karena itulah, ada baiknya untuk menyimpan madu pada suhu ruang atau kamar.