Madu Anak Sehat Cerdas Paling Diminati Ibu

madu-anak-sehat-cerdas

Madu anak sehat cerdas – Sebagai orang tua, kita pastinya menginginkan kesehatan dan kepintaran anak terjaga sejak dini. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat si kecil tetap sehat dan pintar. Mulai dari memberikan suplemen dan berbagai macam multivitamin untuk anak. Namun tahukah Bunda? Jika kita asal memberikan suplemen dan multivitamin tanpa tahu kebutuhan untuk si kecil. Hal ini malah akan berdampak buruk untuk si kecil. Jadi akan lebih nyaman jika memberikan suplemen atau multivitamin yang sesuai kebutuhan si kecil. Misalnya memberikan Honey Squabumin yang terbukti aman dan tidak ada efek samping ketika diberikan pada si kecil. Dari segi harga sendiri pun terjangkau dengan segudang manfaat yang nantinya akan didapatkan.

Tips Membuat Anak Menjadi Cerdas & Sehat

Sebelumnya orang tua harus tahu terlebih dahulu bahwa kecerdasan seorang anak ini dipengaruhi oleh dua faktor. Yakni faktor genetik dan faktor lingkungan. Untuk faktor genetik ini berupa bakat atau kemampuan dari orang tua. Sedangkan dari faktor lingkungan biasanya dari segi pola asuh, asupan nutrisi sehari-hari sampai pendidikan untuk si kecil. Jika ingin membuat anak menjadi cerdas, ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan oleh orang tua. Diantaranya sebagai berikut ini.

  1. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Anak

Masa kanak-kanak adalah masa dimana otak anak sedang mengalami pertumbuhan pesat. Dimana perkembangan otak anak ini dipengaruhi oleh pola makan dan asupan nutrisi yang diberikan oleh orang tua. Demi mendukung perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak, Bunda bisa memberikan makanan yang sehat dan bergizi. Misalnya dengan memberikan telur, ikan, daging, sayuran, serta buah-buahan. Selain itu, Bunda juga bisa memberikan Honey Squabumin untuk menambah nafsu makan anak. Dengan begitu si kecil nantinya tidak akan pilih-pilih makanan.

  1. Mengenali Gaya Belajar Anak

Proses belajar memiliki tiga gaya, yakni auditori, visual, dan kinestik. Untuk anak tipe auditori biasanya akan lebih cepat paham hal baru lewat indra pendengaran. Anak tipe visual akan mengandalkan daya penglihatan untuk bisa menyerap informasi baru. Sedangkan untuk anak tipe kinestik akan menggunakan banyak gerakan ketika belajar. Misalnya menggerakkan tangan, kaki atau anggota tubuh lain. Ini dimaksudkan untuk membuat anak tersebut menjadi lebih berkonsentrasi. Mengenal gaya belajar si kecil akan membantu mereka belajar menjadi lebih nyaman. Jadi mereka bisa memahami pengetahuan baru secara lebih maksimal.

  1. Mengajak Membaca Sejak Dini

Untuk membuat si kecil lebih cerdas sejak dini, Bunda bisa membacakan buku certa atau dongeng sebelum tidur. Hal ini tidak hanya meningkatkan kecerdasan si kecil dari segi kemampuan verbal, kemampuan mendengarkan, tingkatan jumlah kosakata, sampai kemampuan imajinasi. Namun juga mempererat ikatan batin antara anak dan orang tua. Ayah juga bisa ikut andil dalam membacakan buku dongeng pada si kecil ketika malam hari.

  1. Mengenalkan Seni pada Anak

Kegiatan seni seperti menggambar, melukis dan bermain alat musik bisa meningkatkan daya ingat serta rasa percaya diri pada anak. Di beberapa penelitian membuktikan bahwa anak yang mempelajari alat musik mempunyai IQ (kecerdasan intelektual) yang cukup tinggi. Selain itu juga membuat si kecil bisa mendapatkan nilai akademik yang baik. Selain itu kegiatan seni seperti ini pun menyenangkan untuk si kecil. Sebab si kecil bisa berekspresi dengan lebih mudah.

  1. Mengajarkan Bahasa Asing

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan anak bilingual atau multilingual mempunyai tingkat kecerdasan lebih tinggi dibandingkan anak yang berbicara satu bahasa. Namun sebelumnya pasti akan merasa kesulitan untuk memproses setiap kata karena masih anak-anak. Akan tetapi jika dilatih dengan baik dan tepat akan membuat anak menjadi terbiasa menggunakan lebih dari satu bahasa sejak kecil. Hal ini akan membuat si anak menjadi lebih mudah dalam mempelajari bahasa asing di kemudian hari.

  1. Memberikan Kesempatan Mengembangkan Kreativitas

Jika Bunda ingin mengembangkan kreativitas anak. Maka bisa mencoba memberikan aktivitas yang bisa merangsang imajinasi si kecil. Ada banyak alat sederhana yang bisa dipakai untuk si kecil berkreasi. Misalnya kotak kosong dengan krayon atau balok susun. Dua benda ini bisa menjadi sarana untuk si kecil mencoba hal baru dan melatih kreativitas. Semakin anak mampu berkreativitas, ketika sudah besar tidak akan kesulitan untuk membuat berbagai macam pra karya yang diperintahkan oleh guru. Selain itu anak yang memiliki kreativitas tinggi, bisa menangkap pembelajaran dengan lebih mudah.

  1. Mengasah Emosional Anak

Bunda tidak hanya bisa mengasah kecerdasan anak secara intelektual saja. Namun juga perlu membangun kecerdasan emosional si kecil sejak dini. Ini dikarenakan kecerdasan emosional adalah salah satu faktor yang bisa menunjang kesuksesan anak di masa depan. Baik ketika masih bersekolah atau ketika sudah bekerja nantinya. Orang tua bisa membantu si kecil mengenali dan mengendalikan emosi. Misalnya ketika tidak sengaja menabrak anak lain ketika bermain, orang tua bisa mengatakan sebagai ketidak sengajaan dan meminta maaf. Dengan begitu si kecil akan bisa lebih memahami situasi dan terhindar dari rasa kesal yang berlebihan.

  1. Menghargai Proses Pembelajaran Anak

Ketika seorang anak dihargai oleh orang tuanya, mereka jadi mempunyai semangat belajar yang tinggi. Selain itu juga akan memperolah nilai akademik yang lebih baik. Oleh sebab itulah, disarankan untuk lebih fokus pada proses yang dilalui oleh anak dibandingkan hasil akhir. Tidak hanya membuat merasa dihargai, namun juga akan membantu anak mengerti bahwa mendapatkan hasil bagus adalah dengan terus berusaha dan tidak pantang menyerah. Sebagai orang tua, peran yang diampu memang sangat penting untuk mendukung anak menjadi lebih cerdas. Berikan semangat sesuai kemampuan serta minat yang dimiliki si kecil. Dengan begitu anak akan mendapatkan motivasi untuk melakukan yang terbaik.

  1. Jangan Membanding-Bandingkan

Hal yang paling harus dihindari oleh orang tua adalah membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Ketika membandingkan anak dan si kecil mendengar, emosi anak akan menjadi tidak stabil. Hal ini akan berdampak buruk untuk tingkat emosional si anak. Bisa jadi si anak akan menjadi pembangkang atau tidak menurut pada orang tua nantinya. Oleh sebab itulah, jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lain dalam segi apapun. Mulai dari tingkat kecerdasan, tinggi tubuh, sikap dan lainnya.

  1. Jaga Pola Tidur Anak

Kekurangan waktu tidur bisa membuat kecerdasan anak menjadi terhambat. Ketika tubuh kekurangan waktu istirahat, maka kerja otak pun tidak akan menjadi maksimal. Dimana otak akan lelah untuk menangkap informasi. Daya konsentrasi anak menurun dan membuat mereka jadi cepat bosan ketika belajar. Oleh sebab itulah pastikan bahwa si kecil mendapatkan waktu tidur yang cukup. Anak-anak membutuhkan waktu tidur setidaknya 8 jam per harinya.

Nah itulah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua jika ingin anaknya menjadi lebih cerdas. Jika ingin si kecil tetap sehat, jangan lupa untuk memberikan Honey Squabumin 2 sendok sehari 3 kali.