Cara Konsumsi Madu Gemuk Anak yang Tepat

madu-gemuk-anak

Madu gemuk anak – Sudah dari zaman dahulu jika madu memang menjadi salah satu makanan atau pemanis buatan yang menjaga kesehatan. Akan tetapi madu mempunyai kadar gula yang tidak sedikit, jadi harus benar-benar cermat ketika ingin memberikan kepada anak. Oleh sebab itulah ketika ingin memberikan madu kepada anak harus mengatur takaran supaya tepat. Ketika memberikan madu secara tepat, tidak hanya membuat anak menjadi lahap makan saja. Namun juga membuat anak menjadi sehat dan tidak perlu takut dengan efek sampingnya. Memberikan madu kepada anak tentunya harus mengikuti umur anak itu sendiri. Sebab kebutuhan dan kemampuan metabolisme tubuh pada setiap anak memang berbeda-beda. Dengan memberikan madu secara tepat, maka manfaat dari madu tersebut bisa dicerna dengan tepat pastinya. Lain hal jika salah dalam memberikan madu, maka bisa menyebabkan gangguan kesehatan anak.

Jika orang tua ingin memberikan madu gemuk anak. Ada baiknya untuk mengetahui aturan konsumsi pada anak sesuai umur berikut ini.

Anak di Bawah Usia 1 Tahun

American Academy of Pediatrics menyarankan bayi dibawah usia 12 bulan belum diperbolehkan mengonsumsi madu sama sekali. Baik itu dari madu murni, campuran atau makanan dan minuman yang mengandung madu. Ini bisa mengakibatkan risiko penyakit infant botulism atau botulisme pada bayi. Penyakit botulisme bayi merupakan penyakit serius karena racun dari spora Clostridium botulinum. Dimana racun ini akan menyerang saraf tulang belakang dan otot. Yang mana bisa menyebabkan kelumpuhan organ, termasuk otot pernapasan. Bayi yang terkena penyakit botulisme akan mengalami gangguan pernapasan. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah kematian. Spora Clostridium botulinum biasanya akan mengontaminasi makanan yang tidak masak dengan tepat atau sudah kadaluarsa. Selain itu, spora ini pun bisa berkembang pada madu.

Oleh sebab itulah, disarankan bagi orang tua untuk menunda memberikan madu kepada anak sampai setidaknya sudah berusia satu tahun. Ini karena bayi dibawah 12 bulan belum mempunyai saluran pencernaan yang matang. Pencernaan mereka belum mempunyai intensitas asam yang cukup dalam menangkal racun bakteri Clostridium botulinum. Sebab itulah, risiko keracunan pada anak lebih tinggi dibandingkan usia 1 tahun ke atas dan orang dewasa.

Penyakit botulisme bayi ini biasanya akan muncul sekitar 8 – 36 jam setelah anak mengonsumsi madu. Supaya tetap waspada, bisa mengenali gejala dan tanda botulisme pada bayi berikut ini.

  • Kesulitan untuk buang air besar
  • Tidak banyak bergerak
  • Tangisan anak lemah
  • Anak susah menelan makanan atau minuman
  • Pernafasan menjadi terganggu

Anak di Atas 1 Tahun

Ketika anak sudah berusia 1 tahun ke atas, maka sudah dianggap cukup aman untuk bisa mengonsumsi madu. Meskipun demikian, takaran dalam memberikan madu tetap diperhatikan supaya tidak berlebihan pastinya. Memberikan madu secara tepat akan membantu mengoptimalkan khasiat kesehatan madu bagi anak. Supaya tidak kebingungan, berikut ini takaran ketika memberikan madu untuk anak usia 1 tahun.

  • Usia 1 – 3 tahun bisa mengonsumsi madu maksimal 20 gram setiap hari. Ini dilakukan supaya sistem pencernaan anak tidak merasa kaget. Selain itu, tubuh anak pun membutuhkan waktu untuk terbiasa ketika mengenali makanan baru.
  • Usia di atas 1 tahun bisa mengonsumsi 2 sendok makan madu sebanyak dua kali sehari. Dengan rutin memberikan madu pada anak bisa membantu menjaga stamina dan daya tahan tubuh anak pastinya.

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Memberikan Madu Gemuk Anak

Selain dari segi umur anak yang boleh dan tidak boleh diberikan madu. Dalam pemberian madu kepada anak juga ada hal lain yang harus diperhatikan dengan baik. Diantaranya adalah beberapa hal berikut ini;

  1. Memperhatikan Waktu Pemberian

Memberikan madu kepada anak ternyata juga ada waktu terbaiknya. Saat perut anak masih kosong di pagi hari adalah waktu yang baik untuk memberikan madu. Ketika dikonsumsi di waktu tersebut, maka madu bisa berinteraksi dengan enzim di dalam perut dengan lebih maksimal. Selain itu juga akan menunjang aktivitas tubuh dan otak anak selama beraktivitas selama seharian.

  1. Tidak Diminum Bersama Air Panas

Air hangat memang baik bagi tubuh, terlebih ketika sedang batuk atau sakit. Akan tetapi lain hal ketika memberikan madu. Jika ingin melarutkan madu, maka bisa dilarutkan dengan air biasa atau air dingin. Bukan dilarutkan dengan air hangat atau air panas. Ini karena supaya enzim pada madu bisa tetap bagus ketika dikonsumsi oleh anak-anak. Bahkan jadi lebih baik apabila dikonsumsi secara langsung tanpa tambahan apapun.

  1. Jangan Disimpan Dalam Kulkas

Untuk membuat kandungan madu tetap baik, maka jangan menyimpan di dalam kulkas. Saat madu di masukkan ke dalam kulkas maka akan menjadi gas dan kadar air jadi tinggi. Hal ini akan menyebabkan fermentasi. Untuk itulah, ada baiknya jika menyimpan madu pada suhu ruang atau kamar.

  1. Saat Dibuka Harus Cepat Dihabiskan

Apabila produk madu sudah dibuka, maka sebaiknya harus segera dihabiskan dalam 1 – 2 bulan. Jika menginginkan tahan lama lebih dari 2 bulan, maka bisa diletakkan di suhu kamar atau ruangan. Selain itu juga harus ditutup rapat. Jangan sampai ada udara yang masuk ke dalam wadah madu. Sebab akan membuat madu menjadi bergas. Oleh sebab itulah, pastikan untuk menyimpan madu di dalam wadah kedap udara supaya tidak ada gas yang bisa masuk.

  1. Menggunakan Sendok Plastik atau Kayu

Jika ingin memberikan madu kepada anak, jangan menggunakan sendok stainless. Ada baiknya jika menggunakan sendok plastik atau sendok kayu. Menggunakan sendok stainless bisa menyebabkan korosi. Apabila ingin tetap memberikan madu menggunakan sendok stainless. Maka harus cepat-cepat diminumkan dan selalu gunakan sendok baru. Ini dikarenakan sendok yang sudah terkena mulut bisa merusak kandungan madu.

  1. Memperhatikan Takaran

Salah satu hal paling penting yang harus diperhatikan dengan baik ketika memberikan madu kepada anak adalah takarannya. Seperti yang diketahui bahwa madu mengandung gula. Secara umum memang lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan gula biasa. Namun madu juga bisa meningkatkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itulah, sebelum memberikan madu pada anak bisa memastikan takarannya terlebih dahulu. Dietry Guidelines for Americans (2015 – 2020) menyebutkan bahwa takaran gula yang disarankan harus lebih rendah dari 10% kalori konsumsi tiap hari. Untuk itulah, memberikan madu kepada anak tidak boleh berlebihan.

Nah itulah beberapa hal berkaitan dengan pemberian madu kepada anak. Memberikan madu kepada anak memang memberikan banyak manfaat. Mulai dari membuat anak menjadi lahap makan, menjaga daya tahan tubuh, sebagai sumber energi untuk beraktivitas dan masih banyak lainnya. Namun tetap harus disesuaikan dengan usia anak pemberian madu tersebut. Jangan sampai berlebihan atau kurang. Dengan membaca beberapa hal diatas maka Anda bisa lebih paham ketika memberikan madu gemuk anak.