Cara Konsumsi Madu Daya Tahan Tubuh Anak yang Tepat

madu-daya-tahan-tubuh-anak

Dari dulu sampai sekarang, madu disebut-sebut sebagai salah satu herbal yang tidak diragukan untuk menjaga kesehatan. Sebagai pemanis alami, madu bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Mulai dari pemanis untuk membuat makanan, minuman, bahkan bisa digunakan untuk obat. Misalnya untuk mengobati batuk, asma, diare dan lainnya. Untuk anak-anak, sering kali madu dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tidak heran jika banyak orang tua yang membeli madu daya tahan tubuh anak. Tetapi bukan berarti kita bisa mengonsumsi madu tanpa aturan. Perlu diketahui bahwa jika mengonsumsi madu secara berlebihan akan berisiko pada kesehatan. Baik ketika dikonsumsi oleh orang dewasa atau anak-anak.

Cara Konsumsi Madu Daya Tahan Tubuh Anak

Jika Bunda ingin memberikan madu daya tahan tubuh anak. Ada baiknya jika mengetahui cara konsumsi terlebih dahulu. Ini dimaksudkan supaya orang tua tidak salah dalam memberikan madu kepada anak-anaknya. Ketika ingin memberikan madu kepada anak, tentunya harus mengikuti umur anak. Sebab kebutuhan dan kemampuan metabolisme anak pastinya berbeda-beda. Saat diberikan dengan tepat, tentunya akan membuat manfaat madu bisa dengan mudah dicerna oleh tubuh secara tepat. Begitu pun sebaliknya, pemberian yang salah bisa menyebabkan gangguan kesehatan di tubuh anak.

Anak di Bawah Usia 1 Tahun

Di lansir dari American Academy of Pediatrics, disarankan bahwa untuk anak usia kurang dari 1 tahun sebaiknya jangan diberikan madu sama sekali. Baik itu madu campuran, madu murni atau makanan yang mempunyai kandungan madu. Ini bisa menyebabkan risiko penyakit infant botulism atau botulisme pada anak. Botulisme bayi sendiri merupakan penyakit kesehatan yang serius karena racun dari spora Clostridium botulinum. Racun ini sendiri menyerang saraf tulang belakang dan otot. Yang mana bisa membuat gangguan pernapasan, buruknya bisa berujung pada kematian. Spora Clostridium botulinum mengkontaminasi makanan yang tidak diolah secara baik atau kadaluarsa. Tetapi, spora ini pun juga bisa berkembang lewat madu.

Oleh sebab itulah, sangat disarankan bagi orang tua untuk menunda memberikan madu kepada anak sampai berusia 1 tahun lebih. Sebab bayi dibawah 1 tahun belum mempunyai saluran pernapasan matang. Selain itu pencernaan bayi dibawah 1 tahun pun belum mempunyai intensitas asam cukup yang digunakan menangkal racun dari bakteri Clostridium botulinum. Sebab itulah, risiko keracunan pada anak di bawah 1 tahun lebih tinggi daripada orang dewasa dan anak usia di atas 1 tahun.

Walaupun jarang terjadi, biasanya botulisme pada bayi bisa muncul sekitar 8 – 36 jam setelah anak mengonsumsi madu. Tanda botulisme sendiri seperti berikut;

  • Sistem pernapasan menjadi terganggu
  • Susah menelan
  • Tangisan menjadi lemah
  • Tidak banyak bergerak
  • Kesulitan ketika buang air besar

Anak di Atas 1 Tahun

Usia anak yang boleh mengonsumsi madu adalah ketika sudah 1 tahun. Namun tetap harus sesuai dengan takaran supaya tidak berlebihan. Memberikan madu sesuai dengan takaran akan membantu mengoptimalkan manfaat dari madu daya tahan tubuh anak secara tepat. Berikut ini saran pemberian madu daya tahan tubuh anak yang tepat dan sesuai takaran.

  • 1 – 3 tahun disarankan mengonsumsi madu maksimal 20 gram tiap hari. Ini berguna untuk membuat sistem pencernaan tidak kaget. Juga membuat tubuh si kecil menjadi terbiasa untuk mengenali makanan baru.
  • Di atas 3 tahun boleh mengonsumsi madu 2 sendok makan untuk 2 hari sehari. Memberikan madu secara rutin dan tepat ukuran akan membantu menjaga stamina dan daya tahan tubuh anak.
  • Memberikan madu pada si kecil ada baiknya dilakukan 2 – 3 jam sebelum makan besar. Ini supaya madu bisa terserap dengan sempurna terlebih dulu sebelum menikmati makan besar.
  • Apabila ingin memberikan madu yang bertujuan membantu penyembuhan ketika si kecil sakit. Bisa mencampurkan madu dengan air. Jadi, zat dan vitamin pada madu bisa diserap dengan lebih lancar dan baik.

Manfaat Lain Madu Untuk Anak

Selain meningkatkan daya tahan tubuh pada anak-anak. Nyatanya madu memiliki manfaat lain untuk si kecil. Berikut ini beberapa kebaikan yang madu berikan untuk si kecil jika dikonsumsi secara rutin dan sesuai takaran.

  1. Sumber Energi

Bukan hal asing jika anak-anak sangat aktif dalam beraktivitas atau mengeksplor diri. Mulai dari bermain bersama teman sampai berjam-jam lamanya atau yang lainnya. Bayangkan jika si kecil tidak bersemangat ketika bermain? Tentunya hal ini akan membuat Anda sebagai orang tua menjadi kebingungan. Oleh sebab itulah, si kecil membutuhkan asupan energi yang cukup. Madu memiliki kandungan gula alami yang membuat si kecil menjadi lebih bersemangat ketika menjalani aktivitas sehari-hari.

  1. Memaksimalkan Tumbuh Kembang

Masa anak-anak merupakan masa dimana sel dan organ tubuh berkembang pesat. Kandungan yang terdapat dalam madu bisa menjamin pertumbuhan anak bisa berjalan optimal. Selain itu juga bisa memastikan bahwa gizi diserap oleh tubuh dengan baik dan maksimal. Oleh sebab itulah banyak Bunda yang memberikan madu untuk memaksimalkan tumbuh kembang si anak.

  1. Meredakan Batuk & Pilek

Menjelang musim hujan seperti ini, pastinya si kecil jadi mudah sakit. Entah itu batuk, pilek atau sakit tenggorokan. Belum lagi kalau sudah musim hujan dan si kecil bermain hujan-hujanan. Untuk anak dengan daya tahan tubuh tidak kuat, pasti akan merasa demam dan sakit di malam hari. Menurut beberapa penelitian yang sudah dilakukan, madu terbukti bisa meredakan batuk dan pilek pada anak. Selain itu juga membantu meredakan peradangan pada saluran pernapasan. Anak yang diberikan 1.5 – 2 sendok madu sebelum tidur bisa beristirahat lebih nyaman dan tidur lelap. Ini dikarenakan batuknya menjadi berkurang setelah diberikan madu.

  1. Menyehatkan Pencernaan

Prebiotik alami yang terkandung dalam madu mampu meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam saluran pencernaan. Dengan begitu pencernaan si kecil menjadi lebih sehat dan membuat nafsu makan menjadi bertambah. Dari beberapa studi penelitian mengatakan bahwa madu bisa membantu meredakan gangguan pencernaan. Seperti nyeri perut pada anak dan konstipasi. Nah, jadi misalnya si kecil sedang menolak makan atau melakukan GTM (gerakan tutup mulut), Bunda bisa mencoba memberikan madu kepada si kecil. Rasa manis dari madu ini tentunya tidak akan ditolak oleh si kecil.

  1. Meningkatkan Daya Ingat

Dengan mengonsumsi madu minimal 20 gram sehari. Mampu memicu regenerasi sel dalam otak dan menstimulasi produksi hormon yang bertanggung jawab kecerdasan dan daya ingat anak. Daya ingat yang baik tentunya dibutuhkan dalam proses pertumbuhan supaya mampu mengeksplorasi dan mempelajari berbagai hal baru di sekitar.

  1. Menyembuhkan Luka

Kemudian madu juga bisa berguna untuk menyembuhkan luka pada anak. Si kecil tentunya sedang aktif bermain dan bisa jadi akan jatuh dan membuat luka. Madu mengandung vitamin C yang membuat luka menjadi lebih cepat kering dan bisa mencegah infeksi. Luka yang dioleskan madu akan membuat cepat sembuh. Selain itu juga bisa membuat kulit si kecil menjadi lebih lembut dan halus.