Aturan Konsumsi Madu Untuk Anak Anak

Madu memiliki warna kuning kecokelatan dan rasa manis ini memang banyak digunakan sebagai pemanis alami. Berbagai penelitian dilakukan sudah dilakukan untuk membuktikan khasiat dari madu ini sendiri. Konsumsi madu sendiri tidak hanya bisa untuk orang dewasa saja. Tetapi juga bisa madu untuk anak anak. Beberapa khasiat bisa didapatkan oleh anak-anak ketika mengonsumsi madu ini. Seperti membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh, mencerdaskan otak anak, dan serta menambah nafsu makan. Selain itu, madu juga banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi gejala sulit tidur dan batuk. Menurut ikatan anak di Amerika Serikat, American Academy of Pediatricas (AAP), saat usia sudah 12 bulan atau 1 tahun menjadi waktu tepat untuk anak diberikan madu.

9 Aturan Minum Madu Untuk Anak-Anak

Pemberian madu untuk anak-anak memang bagus. Namun bukan berarti Bunda bisa memberikan sesuka hati. Apabila si kecil meminum madu berlebihan, hal ini akan berisiko pada kesehatan. Berikut ini beberapa aturan minum madu untuk anak-anak yang perlu Bunda ketahui.

  1. Memperhatikan Takaran

Umumnya madu yang diberikan untuk si kecil adalah madu campuran. Yang mana madu ini biasanya sudah dicampur dengan bahan lainnya. Misalnya temulawak, ikan gabus, ikan salmon atau yang lainnya. Secara umum, madu memang lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan gula biasa. Namun madu juga bisa meningkatkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, sebelum memberikan kepada anak sebaiknya memperhatikan takaran terlebih dahulu.

Menurut Dietary Guidelines for Americans (2015 – 2020), menyatakan takaran gula yang disarankan lebih rendah dari 10% kalori konsumsi setiap hari. Sebab itulah, sebaiknya konsumsi madu baiknya tidak berlebihan. Terlebih untuk anak-anak.

  1. Memperhatikan Waktu Konsumsi

Ternyata madu untuk anak-anak memiliki waktu tersendiri untuk dikonsumsi. Waktu terbaiknya adalah pada pagi hari saat perut masih kosong. Apabila mengonsumsi pada waktu tersebut, akan membuat madu berinteraksi dengan enzim dalam perut dengan lebih maksimal. Madu pun bisa menunjang aktivitas tubuh dan otak anak selama beraktivitas seharian.

  1. Tidak Boleh Diberikan Pada Anak Usia 1 Tahun ke Bawah

Kandungan madu memang bagus untuk kesehatan. Tetapi di dalam madu mengandung bakteri Clostridium botulinum. Dimana anak-anak dibawah usia 1 tahun belum cukup kuat menerima bakteri tersebut. Berbagai penelitian menyatakan tingkat kematian karena bakteri tersebut adalah 1.3%. Meskipun madu sudah dipanaskan, namun spora pada Clostridium botulinum tidak akan mati. Bakteri tersebut adalah penyebab dari penyakit botulisme pada bayi. Botulisme sendiri merupakan penyakit yang dikarenakan racun dari spora Clostridium botulinum. Yang mana racun ini menyerang saraf tulang belakang serta otot dan menyebabkan kelumpuhan.

  1. Jangan Diminum dengan Air Panas

Bunda juga harus paham bahwa madu tidak bisa dikonsumsi bersamaan dengan air panas. Meskipun air hangat baik untuk tubuh, terlebih saat sedang batuk atau sakit. Namun hal ini berbeda ketika memberikan madu untuk anak-anak. Pelarutan madu dengan air panas hanya akan merusak enzim yang terdapat dalam kandungan madu tetap bagus. Lebih baik lagi jika pemberian madu ini tanpa campuran apapun. Jadi dituang ke dalam sendok dan langsung diberikan kepada anak.

  1. Tidak Dianjurkan Menyimpan Dalam Kulkas

Untuk membuat kandungan menjadi tetap baik, maka jangan menyimpan di dalam kulkas. Ketika madu disimpan dalam kulkas akan berubah menjadi keras. Selain itu kadar airnya menjadi tinggi dan terjadilah fermentasi. Oleh karena itulah, akan lebih baik jika disimpan pada suhu ruangan atau kamar saja.

  1. Harus Cepat Dihabiskan

Saat madu untuk anak-anak sudah dibuka, ada baiknya untuk segera dihabiskan sesuai dengan aturan minum madu itu sendiri. Setelah dibuka biasanya madu harus dihabiskan dalam waktu 1 – 2 bulan. Namun jika ingin lebih tahan untuk 2 bulan, maka bisa diletakkan pada suhu kamar atau ruangan.

  1. Tutup Botol Madu dengan Rapat

Supaya kandungan madu tidak berubah, sebaiknya tutup botol dengan lebih rapat. Jangan sampai ada udara yang masuk ke dalam madu karena menyebabkan bergas. Jadi pastikan untuk menyimpan madu ke dalam wadah kedap udara supaya tidak ada gas masuk.

  1. Gunakan Sendok Plastik

Ketika ingin memberikan madu untuk anak, baiknya jangan menggunakan sendok stainless. Ini dikarenakan sendok stainless bisa menyebabkan korosi. Jadi bisa diganti dengan sendok plastik atau kayu.

  1. Jangan Menggunakan Sendok yang Sudah Kena Mulut

Juga hindari menggunakan sendok yang sudah terkena mulut untuk mengambil madu lagi. Sebab bisa merusak kandungan yang ada di dalam madu tersebut. Untuk itulah, setiap kali ingin memberikan madu untuk si kecil selalu gunakan sendok lain yang masih bersih.

5 Manfaat Madu Untuk Anak-Anak

Apabila madu diberikan sesuai dengan takaran untuk anak-anak. Maka bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil. Nah berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan si kecil ketika mengonsumsi madu.

  1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan zat besi dan macam-macam vitamin kompleks dalam madu membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Saat madu diberikan secara rutin kepada anak-anak, tidak hanya membuat daya tahan tubuh anak menjadi meningkat. Tetapi juga bisa membuat anak terhindarkan dari risiko berbagai penyakit.

  1. Meredakan Batuk & Pilek

Di saat musim pancaroba seperti sekarang ini, biasanya si kecil mudah terserang batuk dan pilek. Apalagi nantinya jika sudah musim hujan dan si kecil main hujan-hujan. Tentunya akan membuat banyak orang tua menjadi cemas dan khawatir ketika si kecil sakit. Dengan memberikan madu pada si kecil, maka bisa membuat meredakan batuk dan pilek. Ini karena madu mengandung gula alami yang bisa membersihkan sistem pernapasan atau dahak penyebab batuk. Madu tidak hanya bisa dikonsumsi langsung, tetapi juga bisa dilarutkan ke dalam air hangat. Lalu si kecil bisa menghirup uapnya.

  1. Menjaga Sistem Pencernaan

Anak-anak sering makan jajanan yang sekiranya menarik perhatian. Hal inilah yang terkadang membuat pencernaan anak-anak menjadi bermasalah dan berujung dengan sakit perut. Bunda bisa memberikan madu untuk dikonsumsi si kecil agar pencernaan menjadi membaik. Kandungan madu bisa membantu melawan bakteri penyebab gas berlebih dalam sistem pencernaan. Selain itu mengonsumsi madu juga bisa membantu mengatasi mual dan muntah. Juga bisa membuat nafsu makan anak menjadi lebih meningkat.

  1. Meningkatkan Kinerja Otak & Membangun Memori

Kemudian madu juga bisa membantu meningkatkan pembangunan memori otak. Antioksidan dalam madu membantu membangun memori. Juga madu membuat penyerapan kalsium dari makanan lain menjadi lebih meningkat. Dengan begitu kinerja otak menjadi lebih baik. Untuk konsumsi jangka panjang, maka kecerdasan anak pun menjadi ikut meningkat.

  1. Sebagai Anti Alergi

Biasanya anak-anak mempunyai kecenderungan alergi pada hal-hal tertentu. Baik itu cuaca, bahan pakaian, makanan dan lainnya. Namun dengan memberikan madu secara tepat, maka alergi bisa teratasi. Ini dikarenakan madu bisa melawan histamin atau sumber alergi.